"Kepedihan dan kesenangan itu terus datang dan pergi, tetapi kita bisa bahagia. Kalau kita biarkan misterinya, terkadang kita temukan bahwa ditengah-tengah suatu masa sulit, di tengah-tengah situasi yang menyakitkan, ada keterbatasan. Disaat-saat itulah, ketika kita sadar betapa banyak yang tak dapat kita kendalikan, kita bisa belajar merelakan."
". . . konflik dan frustasi yang kita rasakan ketika tak dapat mengendalikan dunia bukanlah berasal dari ketidakmampuan kita untuk mengendalikannya, melainkan dari fakta bahwa kita berusaha mengendalikan yang tak dapat dikendalikan."
"Kita memberi ketimbang memegangi; kita relakan ketimbang menumpuk; kita lepaskan ketimbang memegangi. Bergembira dalam pilihan seperti itu adalah cara lain untuk bergembira dalam kebaikan."
"Tetapi kepuasan yang kita peroleh dari mengekspresikan amarah itu sangatlah sementara sifatnya, sementara kepedihannya bertahan lama dan melemahkan kita."
Sharon Salzberg "Kemuran Penuh Kasih" 2004
No comments:
Post a Comment